Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Apa Itu Agen Asuransi, Tugas dan Ketentuannya

Apa Itu Agen Asuransi, Tugas dan Ketentuannya

Konsumen tidak terlepas dari keberhasilan seorang agen dalam memasarkan produk dan jasa perusahaannya. Tentunya menjadi agen asuransi yang baik tidak serta merta membuat produk asuransi laris manis.

Perlu ada strategi untuk mendekati dan meyakinkan calon konsumen untuk bergabung menjadi nasabah asuransi. Kinerja agen asuransi yang baik tentunya membawa keuntungan bagi perusahaan dan membuat masyarakat semakin mendapatkan manfaat polis asuransi.

Pengertian Agen Asuransi Agen

Agen asuransi adalah orang atau badan hukum yang kegiatannya memberikan jasa dalam memasarkan jasa asuransi untuk dan atas nama penanggung (Perusahaan Asuransi).

Seorang agen akan membuat perjanjian antara pengguna asuransi dengan perusahaan asuransi, dimana perjanjian tersebut akan diatur dalam suatu perjanjian asuransi. Pekerjaan ini memungkinkan seorang agen bekerja di satu perusahaan asuransi hanya untuk menjaga profesionalisme dan juga lebih banyak waktu untuk mempelajari produk asuransi dengan target pencapaian yang telah ditetapkan perusahaan.


Tugas Agen Asuransi

Seorang agen akan dibebani dengan tugas dan tanggung jawab yang cukup berat untuk dapat mengembangkan karirnya, selain itu juga menjaga kredibilitas perusahaan asuransi di mata pelanggan dan pesaing. Bagi Anda yang bertanya-tanya seperti apa rincian tugas seorang agen asuransi, berikut ini adalah tugas dan tanggung jawab seorang agen yang harus dipenuhi.

1. Tugas dan tanggung jawab pada diri sendiri

Untuk dapat terus berjuang dalam karir asuransi, seorang agen dituntut untuk terus belajar dan berkembang agar dapat mengikuti perkembangan zaman dan memahami apa yang dibutuhkan banyak orang saat ini sehingga semakin memperkuat profesionalisme sesuai dengan keahliannya.

2. Tugas dan tanggung jawab perusahaan

Tugas agen adalah mengendalikan produk dan peraturan perusahaan. Selain itu, target pencapaian yang harus dipenuhi sesuai kesepakatan menjadi tugas utama yang harus diselesaikan.

3. Tugas dan tanggung jawab pada nasabah

Untuk menjaga hubungan baik, seorang agen tidak boleh meninggalkan nasabah yang sudah menjadi pemegang polis asuransi. Berusaha menjaga komunikasi dan menjadi sosok solutif yang membantu segala keluhan dan pertanyaan pelanggan selama menjabat sebagai polisi.

4. Tugas dan tanggung jawab agen di masyarakat

Agen bertanggung jawab untuk memberikan informasi yang valid dan benar kepada masyarakat tentang produk layanan asuransi tanpa rekayasa sedikitpun. Edukasi yang tepat tentang jasa asuransi dan perusahaan asuransi akan menyadarkan masyarakat akan pentingnya asuransi bagi kehidupan mereka. Dengan adanya edukasi dan informasi yang valid di masyarakat, tentunya tugas seorang agen menjadi lebih mudah karena telah mendapatkan citra positif di masyarakat.

Peran Agen Asuransi dalam Industri

Asuransi Model bisnis asuransi mungkin masih konvensional sejak belasan tahun lalu, namun zaman telah berubah dengan digitalisasi yang lebih modern. Hal ini tidak dapat dihindari oleh industri asuransi dan agen mengambil peran penting dalam kondisi ini. Perannya cukup penting dalam mengedukasi nasabah dan masyarakat karena industri asuransi di Indonesia berkembang mengikuti perkembangan revolusi industri 4.0.

Misalnya, agen asuransi mobil yang melek digital akan membantunya dalam meningkatkan kinerja seperti mempercepat proses pengurusan polis, layanan online, pengoperasian aplikasi smartphone, dan aspek lain yang sudah mengadopsi industri 4.0.

Indonesia saat ini menempati posisi kedua sebagai negara dengan tingkat optimisme implementasi revolusi industri 4.0 di bawah Vietnam. Hal ini perlu menjadi catatan penting bagi para agen untuk terus mengembangkan diri menjadi ujung tombak keberhasilan industri asuransi sejalan dengan perkembangan zaman.

Kriteria Agen Asuransi

Untuk dapat menjadi agen asuransi freelance dan memulai karir pemasaran produk asuransi dari suatu perusahaan, maka ada beberapa kriteria yang harus dimiliki seperti :

1. Kemampuan komunikasi yang

baik Dengan memiliki kemampuan komunikasi yang baik, tentunya penyajian seluruh produk asuransi dan biografi perusahaan dapat tersampaikan dengan jelas dan tepat sasaran kepada calon nasabah.

2. Penguasaan produk asuransi

Setiap calon nasabah memiliki pertanyaan yang berbeda-beda mengenai layanan asuransi yang ditawarkan. Untuk itu, misalnya, agen asuransi Allianz yang kompeten harus menguasai semua informasi terkait produk asuransi dan menjawab semua pertanyaan yang diajukan calon nasabah.

3. Kesediaan untuk belajar

Perusahaan asuransi selalu berkembang dan tren calon nasabah juga berubah sehingga seorang agen harus dapat mengembangkan dirinya untuk terus mempelajari hal-hal baru terkait produk asuransi maupun interaksi dengan calon nasabah baru.


4. Kecerdasan

emosional Memiliki kecerdasan emosional memungkinkan seorang agen untuk memahami produk asuransi mana yang tepat untuk calon nasabah. Kemampuan kecerdasan emosional ini juga membangun keintiman yang lebih intim sehingga calon pelanggan merasa diperlakukan seperti keluarga.

5. Kegigihan

Memasarkan produk asuransi membutuhkan ketekunan yang besar karena ada target yang harus dicapai. Semakin gigih seorang agen dalam memasarkan produk, semakin besar pendapatan yang diperoleh.


Syarat Agen Asuransi

1. Pilih perusahaan asuransi

Saat ini ada banyak perusahaan asuransi di Indonesia yang bisa Anda pilih untuk mendaftar sebagai agen. Bahkan perusahaan asuransi asing dengan kredibilitas tinggi pun bisa menjadi target Anda. Cari tahu tentang latar belakang perusahaan dan juga keuntungan ketika Anda menjadi agen di perusahaan tersebut. Setelah mempertimbangkan dengan cermat, pilihlah perusahaan terbaik menurut Anda.

2. Mendaftar sebagai agen asuransi

Setiap perusahaan asuransi memiliki syarat dan ketentuan yang berbeda untuk setiap calon agen yang mendaftar. Hal ini juga perlu dipahami karena biasanya setiap agen akan fokus pada satu jenis asuransi saja sebagai target produknya. Misalnya, asuransi kesehatan, asuransi pendidikan, asuransi properti dan kemewahan, dan lainnya. Misalnya, Anda pasti bertanya-tanya bagaimana cara menjadi agen Prudential. Dari sini Anda bisa menebak kemana arah karir dan siapa target audiensnya.
 

3. Mengikuti pelatihan

Setelah Anda dinyatakan diterima, perusahaan asuransi akan melakukan pelatihan agar agen memiliki sumber daya untuk menghadapi calon nasabah. Pelatihan ini mencakup wawasan tentang bisnis asuransi dan produk yang ditawarkan. Semua materi pelatihan akan menjadi peluru dalam memasarkan produk secara kompeten.
 

4. Memperoleh sertifikat

Apabila pelatihan telah berhasil diselesaikan, maka Anda akan mendapatkan sertifikat dari Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia yang menegaskan bahwa Anda adalah agen yang siap menghadapi calon nasabah dan memasarkan produk asuransi secara legal dan resmi.
 

5. Mematuhi aturan asosiasi dan perusahaan asuransi

Sebagai agen asuransi, kode etik dan aturan asosiasi harus dipatuhi untuk kepentingan bersama. Mengingat banyaknya produk asuransi yang beredar di pasaran dan berbagai perusahaan asuransi berlomba-lomba secara sehat di luar sana untuk mendapatkan calon nasabah, maka seorang agen harus mampu menjaga kredibilitas perusahaan serta produk asuransi yang ditawarkan.