Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Berikut Informasi Lengkap Cara Mengaktifkan Hosting!

Dengan membuka artikel ini, mungkin Anda sedang mencari layanan hosting untuk website Anda. Web hosting memang menjadi hal utama dalam membuat website. Untuk itu, sebelum membelinya Anda perlu mengenali pengertian hosting, manfaat, hingga cara mengaktifkan hosting. Ulasan ini akan membantu Anda lebih dekat dengan hosting web, serta bisa membuat website Anda sendiri.

Sekarang sudah banyak layanan pembuatan website yang bisa Anda gunakan. Bahkan dengan banyaknya jenis layanan ini, Anda bisa terbantu dalam pengelolaan website, serta menyesuaikan kebutuhan website nantinya.

Dalam menentukan layanan hosting web, Anda perlu mengamati keunggulan yang dimiliki. Misalnya di bidang uptime yang lebih stabil, tidak ada jejak downtime, kecepatan mencapai 20 ms, dan lain sebagainya.

Diibaratkan sebagai bangunan rumah, website yang kokoh harus memiliki kapasitas dan performa stabil. Untuk itu, dalam memilih layanan hosting bagi web, Anda bisa memastikan sumber daya yang besar di website Anda. Dan yang paling utama agar Anda bisa mendapatkan keunggulan lainnya, yakni pilihlah jasa pembuatan hosting berkualitas, yang bisa Anda kenali di artikel ini.

Mengenali Jenis Hosting 

Masih dengan ibarat yang sama, yakni bangunan rumah, Anda akan menemukan jenis properti yang beragam jenisnya. Misalnya apartemen, kos-kosan, rumah, dan villa. Pengibaratan ini untuk merujuk pada hosting, karena setiap jenisnya memiliki keunggulan dan spesifikasi yang berbeda-beda.  Sehingga sebelum Anda mengetahui cara menggunakan hosting serta cara mengaktifkan hosting, kenali jenis-jenisnya terlebih dahulu.

Secara umum, hosting dibagi menjadi enam yakni shared hosting, VPS hosting, Cloud Hosting, WordPress Hosting, Managed WordPress, dan Dedicated Hosting,. Untuk tahu keenam jenis hosting ini, berikut penjelasannya untuk Anda!

1.    Shared Hosting

Jenis hosting ini menyediakan server yang dipakai secara bersama-sama oleh user lainnya. Hal ini bisa diibaratkan dengan perumahan yang dibuat untuk kos-kosan, serta di dalamnya memiliki fasilitas seperti listrik, kamar mandi, dapur, dan air untuk dipakai secara bersamaan. Begitu pun dengan shared hosting, yang fasilitasnya bisa dipakai secara bersamaan oleh user satu dengan user lainnya.

2.    VPS Hosting

VPS merupakan singkatan dari Visrtual Private Server. Dimana jenis hosting ini dipakai pribadi dan resourcenya juga digunakan secara pribadi (satu user saja). Dengan menggunakan jenis hosting ini, user tidak akan terpengaruh dengan user lainnya. Adapun penggunanya juga mendapat kebebasan dalam mengatur serta mengelola resource secara mandiri. untuk itu, pengguna yang memakai VPS hosting bisanya memiliki skill teknis dalam mengelola server.

3.    Cloud Hosting

Cloud hosting merupakan jenis hosting yang memiliki resource seperti VPS hosting, tetapi kemudahan pengoperasiannya seperti shared hosting. Sederhanya, Anda tidak perlu memiliki kemampuan teknis dalam mengelola server. Tujuan dari cloud hosting sendiri adalah untuk mencegah antrian panjang, yang terfokus di satu toko saja.

4.    WordPress Hosting

Cukup simpel untuk mengartikan WordPress Hosting ini, yakni sebagai jenis hosting untuk pengguna WordPress (spesifikasi kemiripannya sama dengan shared hosting). Berbeda dengan shared hosting, yang bisa digunakan oleh siapapun, konfigurasi WordPress dikhususkan untuk penggunanya saja. Adapun untuk kelebihannya, pengguna dapat membangun website dengan cara klik saja.

5.    Managed WordPress

Mungkin Anda bertanya apa bedanya WordPress Hosting dengan Managed WordPress. Untuk hosting jenis ini dikhususkan bagi pengguna yang membangun website dengan CMS WordPress, sehingga tidak dipusingkan masalah teknis website. Di Managed WordPress, pengguna juga tidak membutuhkan cPanel, untuk keperluan mengedit file website dan aturan lainnya.

6.    Dedicated Hosting

Berbeda dengan shared hosting yang digunakan oleh beberapa user, dedicated hosting hanya bisa digunakan oleh satu user saja. Dengan pengkhususan ini, pengguna tidak perlu khawatir jika mengalami server down, karena hal itu sangat minim terjadi. Selain itu, pengguna juga dibebaskan untuk mengelola dan membuat website sesuai kebutuhannya. Bisanya dengan dedicated hosting, pengguna sudah memahami hal teknis seputar server serta website.

Cara Menggunakan Hosting

Setelah Anda mengetahui jenis-jenis hosting yang bisa diterapkan dalam pembuatan website. Anda juga harus memahami cara menggunakan hosting, sebelum tahu cara mengaktifkan hosting di website Anda. Secara umum dalam menggunakan hosting terdapat fitur dan tools yang tersedia di berbagai layanan pembuatan hosting.

Adapun untuk bagian awal seperti menyelesaikan pembelian, setup hosting, dan pembelian domain, biasanya sudah terintegrasi dengan jasa pelayanan hosting. Untuk rincian cara menggunakan hosting lainnya sebagai berikut.

Menyelesaikan Pembelian VPS

Untuk bisa menyelesaikan pembelian VPS, Anda bisa membuka menu Home > Klik Setup . Anda bisa memilih beberapa pengaturan seperti sistem operasi, lokasi pusat data, dan memasukkan hostname VPS di jendela baru, kemudian klik Setup.

Pengoperasian Member Area

Untuk mengoperasikan member area, Anda bisa login di member area jasa penyedia hosting, yang Anda percaya.

Memperbarui Informasi Profil

Untuk tahapan ini, penyedia hosting biasanya menyediakan menu untuk mengedit profil Anda. Carilah tombol ‘My Profil’ agar dapat diarahkan ke halaman informasi profile seperti mengedit profil, foto profile, link media sosial, dan authentication.

Mengelola Domain

Tahapan ini menuntut Anda untuk mengelola semua domain ke area terpusat, sehingga mudah digunakan.

Menghubungkan Nama Domain dan Akun Hosting

Di tahapan ini Anda perlu nama domain yang aktif, agar pengunjung dapat mengakses website Anda. Adapun untuk melakukannya terdapat dua opsi yang bisa Anda gunakan, (1) menggunakan nama domain sendiri yang terdaftar di penyedia hosting, atau (2) mendaftar di penyedia hosting yang Anda percayai.

Membuat Subdomain, Add-on Domain, Parked Domain, dan Redirect

Tahapan ini pengguna dapat mengontrol nama domain dan zona DNS. Selain itu pengguna juga bisa membuat parked domain, subdomain, redirect, Cloudflare, dan addon.

Membuat Akun Email

Adapun untuk akun email bisa Anda dapatkan secara gratis maupun berbayar. Untuk fasilitas premium, biasanya terdapat Menu email untuk mengaksesnya di hosting. Adapun menu tersebut seperti Email Accounts, Email Forwarder, Catch All Emails, Auto responder, Edit MX record, dan Mail Server Control.

Membuat Website Baru

Untuk membuat website baru, biasanya jasa layanan hosting memberikan tools yang mudah digunakan pengguna. Adapun tool tersebut seperti, (1) instalasi otomatis pada WordPress, Joomla, Moodle, dll, (2) Import Website dengan memilih arsip .zip., tar., dan .tar.gz. Alhasil, file akan terekstrak menjadi satu folder public_html.

Mengelola File

Agara menyingkat pengelolaan file, Anda bisa menggunakan bagian FILE yang ada di Panel. Kemudian, gunakanlah tool File Manager (membuat Akun FTP).

Database

Di database Anda bisa mengakses data-data yang telah tersimpan sebelumnya. Di sini Anda juga bisa memanajemen data, agar terlihat rapi dan tersusun.

Bagaimana Cara Mengaktifkan Hosting?

Setelah Anda memahami informasi di atas, tentu sudah ada deskripsi pengaktifan website. Secara singkat berikut prosedural umum yang ada di jasa layanan hosting.

1.    Pembayaran Online

Jika pembayaran secara online melalui kartu kredit ataupun PayPal, maka pesanan Anda akan segera diaktifkan secara otomatis. Dengan cara ini Anda tidak membutuhkan cara apapun. Hanya dengan 5 menit penyelesaian pesanan, Anda akan menerima email konfirmasi dan email tautan untuk membuat kata sandi.

2.    Kode Aktivasi

Cara ini dilakukan untuk pembayaran transfer Bank. Karena Anda perlu mengaktifkan pesanan hosting secara manual, yakni aktivasi kode yang dikirim melalui SMS. Kode yang dikirim di perangkat bisa Anda masukkan, dengan mematuhi prosedur pemesanan. Adapun caranya yaitu (1) Buka email konfirmasi, (2) buka halaman aktivasi, (3) menuliskan kode yang telah diterima, (4) Klik ‘Setuju’.

3.    Domain Form

Jika Anda belum menerima kode aktivasi, maka kirimkan pesan melalui formulir domain, yang disediakan jasa layanan hosting.

 

Berikut menjadi penjelasan panjang tentang cara menggunakan hosting dan cara mengaktifkan hosting. Dengan membaca ulasan ini, setidaknya Anda memiliki gambaran tentang pembuatan website melalui jasa penyedia hosting. Adapun cara ini berbeda-beda untuk setiap perusahaan, dan Anda perlu menyesuaikan tata cara yang berlaku di sana.